MERTUA MACAM MACAM

Menikah itu menyatukan dua keluarga. Apapun latar belakangnya. Alih alih berharap mertua akan baik dan tulus itu tidak ada. Semua mungkin baik tapi belum tentu tulus. Tidak sedikit faktor perceraian itu krn mertua dan orang tua sendiri. Malah mungkin ada mertua yg tau anaknya ribut. Alih alih mendamaikan. Tapi malah menambahkan ributnya.
Masalah sepele jadi besar karna mertua itu banyak.

Cerita mertua baik berhati malaikat.
Tanpa diminta mengerti, tanpa cerita kurang memberi, tanpa dikeluhkan memahami bagai orangtua sendiri yang tau kapan anaknya harus makan, kapan anaknya harus jajan, dan kapan anaknya butuh bantuan. Mereka tulus tanpa diminta. Ya karna menganggap menantuku ya anakku. Saat tau menantunya hamil tiap bulan mengirimi uang untuk menambahkan uang jajan menantunya, bahkan saat tau menantunya melahirkan memberi uang setiap hari untuk makan dan belanja makanan enak dan bergizi dan menyenangkan hati menantunya. Saking perhatian nya tidak membiarkan menantunya kelelahan dan stress di fase paska melahirkan. Tapi mungkin tidak banyak mertua seperti ini. Sekalipun ada yaa Jarang sekali. Sungguh beruntung menantu yang seperti ini.

Cerita mertua masa bodoh.
Sudah tau anaknya msh merintis karir dari nol. tau anaknya banyak utang, tau anaknya kesulitan, tau cucu cucu nya tdk dinafkahi anaknya. Tau menantunya banting tulang kerja sendiri. Pernah di curhatin dan dikeluhkan menantunya. Tapi alih alih membantu. Malah pura pura buta dan menutup mata seolah semua baik baik saja. Ini seperti orang tua yg miskin tanggung jawab dan masa bodoh akan anaknya sudah makan belum, masa bodoh anakknya disekolah belum bayaran. Tapi berharap dan menuntut anaknya ngasih uang terus. Padahal ada tabungan dan punya uang banyak sekali. Bukan mertua miskin. Tapi entah enggan membantu menantunya yg kesulitan dan menutup mata. Banyak sekali menantu berhati setan ini. Mungkin sudah terbiasa menganggap anak sendiri beban. Lalu anak orang lain di anggap numpang. Walau sudah memberi nya cucu. Banyak sekali mertua yang model begini. Perut sendiri kenyang gpp. Memikirkan anaknya saja tidak. Apalagi memikirkan anak orang lain.

Cerita mertua jahat dan licik.
Sudah tau anak nya bertengkar dengan menantunya karna kesalahan anaknya yg tidak menafkahi, tidak memberi uang ke istri, pelit ke istri, malah mengutamakan ibunya. Ketika istrinya menegur sampai marah. Dengan tega berkata, Udah ceraikan saja istri kamu. Untuk apa punya istri nyusahin. Alih alih menasihati anaknya supaya menjadi suami bertanggung jawab malah menyuruh anaknya meninggalkan istrinya dan menyuruh bercerai. Ada banyak rumah tangga seperti ini. Yg mempunyai mertua licik. Ditambah mertua itu tau si istri berkarir dan punya penghasilan sendiri dengan tega berkata. Kepads anak dan menantunya. Istri kamu kan sudah bekerja untuk apa kamu ngasih uang banyak banyak. Ga perlu. Itu mertua durjana sekali yaah. Malah membuat anaknya tidak menafkahi istrinya. Sungguh banyak bgt kasus begini diluar sana dan ini kisah nyata.

Cerita mertua gila dan stress.
Si anak bekerja sebagai manajer bank swasta yg bergaji dua digit. Sedangkan si menantu bekerja menjadi konsultan IT yg kerjanya mengurus banyak tender kecil sampai tender besar. Otomatis penghasilan si menantu jauh diatas anaknya. Belum lagi saat tendernya berhasil bonus dan pencapaian income mendekati angka tiga digit. Merasa takut harga diri anaknya di injak injak. Masuk lah ikut campur terlalu dalam. Sampe atm si anak di pegang. Alih alih kepo dengan penghasilan si menantu yang mampu menbayar 5 ART terdiri dari 3 pengasuh anaknya dan 2 ART. Si mertua setiap minggu datang. Aneh nya datang setiap si menantu tak ada dirumah. Supaya bisa mengintrogasi masing2 ART. Untuk menanyakan gajinya. Lauk makanan apa saja. Sampai pampers dan susu anaknya pun ditanya. Saking herannya karna ATM si suami dipegang ibunya tapi kenapa si menantu msh mampu membayar semuanya. Si anak hanya menurut apa yg ibunya katakan. Walau terkadang semua itu salah. Sampai trakhir si mertua bilang. Istri kamu terlalu sombong, foya foya, buang buang uang sudah ceraikan saja. Untuk apa punya istri seperti itu. Dan ketiga anakmu kasih saja ke dia biar tau rasa. Si anakpun meng iya kan. Dan setelah sidang perceraian pun si mertua tertawa tanpa rasa bersalah. Sang menantu stress dan sedihpun masa bodo. Sekuat tenaga ia pertahankan rumah tangga nya tp ga bisa juga. Bukan ukuran sombong nya tapi memikirkan anak anak nya yg nantinya akan di cap broken home. Si menantu merasa selama ini sudah sabar walau tidak diperlakukan baik . Minimal terhadap ketiga cucunya baik tapi tidak. Ternyata si mertua memang gila. Karna ketiga menantunya pun selalu disuruh cerai di tahun ke 7. Mungkin banyak mertua gila diluaran sana. Semoga segera di ampuni dan dapat hidayah.

Cerita mertua baik tapi munafik.
Mengetahui anak lelaki nya mau menikah. Sang ibu khawatir jatah bulanan yg ia dapatkan cuma cuma dua digit itu akan hilang. Ia bilang terhadap anak nya kamu cari istri yang berkarir yaa yang punya gaji. Supaya jatah ibu tiap bulan aman. Ternyata setelah menikah dan punya anak si menantu memutuskan berhenti bekerja karna mau fokus mengurus anak dan suami dirumah. Dan sang suami mengiyakan. Sang menantu sudah bertanya jauh sebelum hamil dan melahirkan. Apakah ibu tidak keberatan jika saya berhenti bekerja ? 
Sang ibu mengiyakan. Si menantu yg mantan sekertaris direksi itu tidak bodoh. Ia membuat surat hitam di atas putih. Atas ketidakberatan mertuanya itu. Setelah 3th menikah dan punya anak tibalah resign dan berubah menjadi IStri yang dirumah. Sang mertua baik seperti sedia kala. Tapi tetap saja membenci istrinya dirumah saja enak enakan bersama anaknya. Karna berbagai pekerjaan urusan rumah sudah di handel ART itupun persetujuan anaknya. Tapi tidak mertuanya. Untung nya sang anak selalu membela si istri yg sibuk mengurus anak itu. Dan tanpa sengaja mendengar si ibu memaki istri nya. Dasar menantu bodoh tak berguna. Kerjanya menghabiskan uang anak saya saja. Sudah bagus kamu bekerja kenapa memilih dirumah. Tapi sang istri diam saja. Tidak menjawab. Sang anak mendengar tapi tidak menegur langsung. Tapi diam diam sang anak menutuskan mencari rumah baru. Sambil terus menyuruh istrinya bersabar. Dan setelah 1th kemudian mengajak pindah dari rumah mertua nya itu. Suatu hari tepat di ulang tahun istrinya. Sang suami memberi alamat dan kunci di amplop nya. Dan bertuliskan terima kasih sudah bersabar. Ayo kita pindah. Dan fokus pada keluarga kecil kita. Sang ibu menangis berhari hari. Bukan karna sedih anaknya pindah tapi sedih karna pemasukan tiap bulan nya itu akan berkurang.
Si anak berbicara 4 mata serius dengan ibu nya.
Ibu saya sudah punya istri dan anak. Tanggung jawab saya lebih banyak sekarang. Harap ibu memaklumi nya. Jika saat ini uang bulanan ke ibu berkurang banyak. Saya sudah mendengar percakapan ibu dengan istri saya. Dan membuat saya sedih. Bukan istri saya yg bercerita tapi saya mendengar langsung dr ibu. Saya pun tidak percaya ibu tega bicara begitu. Tidakkah ibu memikirkan anak ibu yg perempuan. Jika memiliki pemikiran seperti ibu bagaimana rumah tangga kakak aku nantinya. Sebaiknya ibu minta maaf kepada istri saya sebelum terlambat.

Comments

Popular posts from this blog

impian yg ternyata menyedihkan

YAKIN SIAP NIKAH ?