YAKIN SIAP NIKAH ?
Menikah itu ibadah terlama manusia. Makanya menikah dikatakan mengikutin jejak sunnah rosul.
Waktu masih single. Ngebayangin yang enak enak kalo udah punya suami. Tapi percayalah dari ribuan kasus perceraian perhari. Disetiap pernikahan. Pasti terucap menyesal menikah dengan si A. Karna masalah A sampe Z. Setiap rumah tangga pasti Allah kasih ujian dan masalah terus menerus. Logika deh kita idup sendiri aja ada masalah kan. Masalah ama temen , masalah ama sodara, masalah ama adik kaka atau masalah sama orang tua.
Apalagi orang yg nikah di awali dengan pacaran bertahun tahun yang menurut kalian . Pacar kalian ini orang yg tepat. Orang yang kalian cintai.
Orang yang yang bikin kalian kalo ketemu deg degan.
Orang yang bikin senyum senyum sendiri sekarang.
Orang yang kalian tunggu2 chat nya atau ketemuan nya. Yg entah seminggu sekali. Dan sebulan sekali.
Pas udah nikah Bakalan jadi orang yang paling kalian benci dan kalian hina hina nanti pas udh jadi suami sah/istri sah nya loh.
Dan bergumam dalam hati menyesal. Bergumam dalam hati mending dulu w idup sendiri aja dari pada susah ditanggung sendiri. Punya suami/ istri kaya ga punya suami.
Yg di inget yang jelek aja terus. Padahal ada loh sisi baik nya si suami/istri. Tapi mendadak ilang gitu aja saat setan menggoda hubungan nikah tersebut agar CERAI.
Karna kalo udh CERAI setan seneng. Ada dua manusia yang kita hujat. Yang kita sorong sorong biar pisah dan cerai. Seolah olah lupa kalo manusia itu ga ada yang sempurna.
Alih alih berfikir untuk pisah. Kenapa tidak memikirkan alasan dulu kenapa kalian ingin bersama sampai tua. Lalu menyesal dan ingin pisah. Bukan bersyukur dan mengingat kebaikan kebaikan yang dulu. Tapi seolah olah kebaikan pasangan hilang ditelan waktu. Karna merasa terlalu banyak masalah yg ditanggung sendiri. Tidak ada bahu untuk bersandar. Makanya banyak pernikahan yang kandas begitu saja. Oleh godaan setan yang terkutuk.
Kalo nikah memang untuk ibadah kenapa tidak diperjuangkan saat bertahan.
Kalo nikah untuk ke surga. Kenapa saling hujat di dunia yg sementara.
Kalo nikah untuk memperoleh ridhoNya kenapa pula saling hina, saling menunjukkan keburukan, dansaling merusak, bahkan saling menyakiti. bukan saling menerima dan saling memperbaiki hubungan yg rusak itu.
Perkara sabar ada batas nya itu salah.
Bukan sabar namanya kalo masih pake batas.
Sabarlah tanpa batas.
Selalu berdoa kepada Allah untuk dilapangkan hati kita untuk menerima segala ketentuanNya. Untuk menerima segala takdirNya. Untuk menerima segala jalan Allah.
Karna sesungguhnya kita hanya menjalani saja.
Kuncinya menjalani pernikahan itu sabar dan terima.
Banyak kedzoliman dari pernikahan loh. Tapi tak banyak loh yang bersabar hanya sedikit. Lebih banyak yang cerai dan tidak sabaran.
1. Banyak pernikahan yg sabar dari suami yg berhianat dengan istrinya. Sudah menikah 10th punya anak 5. Si suami selingkuh dan menghamili wanita lain. Tapi sang istri memilih sabar dan menerima takdir Allah. Walau sakit, perih, pilu, dia memilih menerima takdirnya dengan sabar. Apa karunia yg Allah kasih. Si istri sehat hingga usia 60th lebih. Sedang si suami sakit sakitan gula tinggi, struk. Akibat menyakiti istrinya. Tapi istrinya tetap sabar. Mengurus anak nya dengan baik. Bahkan mengurus suami durjana itu.
Apa kalian siap nikah jika membayangkan orang yg kalian cintai itu dan kalian yakini setia itu tidak berhianat jika melihat kisah fakta ini ?
2. Banyak pernikahan yang di uji ekonomi. 80% kasus perceraian adalah ekonomi. Sang suami yg berstatus kepala keluarga atau pencari nafkah. Nyata nya di lapangan banyak suami suami yang tumbuh jadi miskin tanggung jawab. Hingga tak sedikit diawal menikah sang suami berkata ayo kita bersusah susah bareng. Dan bodohnya sang istri kadang menerima suaminya walau tidak dinafkahi. 30 tahun menikah tidak dinafkahi. Hanya memenuhi kebutuhan bilogis saja. Tidak memberi uang, tidak membelikan makanan, dan tidak pula memberi kesenangan.
Ada yang sabar banyak. Karir si ibu menjadi ASN sukses dan lancar. Bisnis sampingan menjadi juru jahit pun laris dipasaran. Bahkan kadang hasil jaitnya pun lebih banyak dibanding gaji ASN nya. Hikmah dari kesabaran suaminya. Sehat walafiat sampe pensiun tiba. Anak anak sehat dan sukses. Sang suami mungkin sehat. Tapi anak anak tidak respek dan tidak hormat kepada bapakya karna tau ayahnya seperti apa memperlakukam ibunya. Dan ibunya berjuang sendirian. Buat kalian yang jatuh cinta dan jadi buta dan tuli.bayangkan orang yg kalian cintai itu. Yg suka ngasih kaliah kado2 mahal. Yg suka traktir nonton, yang suka traktir makan. Tiba tiba pas nikah jadi sosok yg pelit dan gak tanggung jawab gimana ? Apa kalian bisa bertahan 30th dan bersabar ?
3. Banyak pernikahan yang KDRT. Kasus ini pun banyak yg cerai. KDRT tidak hanya mukul sampe luka atau berdarah. Mengihina dan mencaci dengan kata kata kasar dan kotor juga termasuk KDRT. Ada mungkin yg bertahan saat dipukuli pasangan nya. Tapi sedikit yg bertahan karna sudah fisik yang terpukul. Mungkin ada yg memaafkan dan menerima perlakuan suaminya. Tapi setelah menikah 20th banyak yg akhirnya tak kuat juga berujung pisah.
Comments
Post a Comment