KESULITAN DEMI KESULITAN
Setiap manusia ada ujian , masalah, serta rasa sakitnya sendiri sendiri. Kita tidak pernah tau sesakit apa orang orang melewati ujian dari Allah.
Waktu kita masih kecil. Ujian nya sepele ga dikasih jajan atau gak ngerjain PR aja bisa diomelin guru.
Waktu kita remaja. Ujian nya tugas sekolah yg kadang bikin kita ga punya temen klo ga ngerjain atau ngasih contekan ke temen kita.
Waktu kita jatuh cinta ujian nya banyak bgt karna harus kontrol orang yg suka am kita dan yg kita suka kadang pergi mengabaikan.
Sebagai anak kita kadang juga suka liat kesusahan orang tua kita. Yg beberapa ga bisa kontrol sampe mukulin anak.
Mungkin mereka bingung mau cerita ama siapa, minjem uang dimana, anak anak belom makan, spp bulanan blom dibayar, dan kebutuhan lain nya. Makanya tak sedikit anak anak yang miskin kasih sayang. Karna orang tua nya miskin. Atau tidak siap menanggung kebutuhan anak nya.
Alhasil emosi ga ada duit. Anak dipukulin.
Sebagai orang tua harusnya banyak banyak mendekat ke Tuhan minta petunjuk. Minta kemudahan agar Allah memudahkan segala kebutuhan anak anak nya. Dan harusnya sebagai orang tua yg punya anak laki laki juga lebih di didik mandiri. Karna nantinya harus nafkahin istri dan anak anak.
Tidak semua orang tua yg punya anak laki laki mikirin hal itu.
Dan tidak sedikit keluarga perempuan kecewa dengan besan nya dan hasil didikan nya itu karna banyaknya kasus perceraian , KDRT, dan miskin tanggung jawab.
Ujian sebagai pekerja harus menghadapi teman yg berbeda beda, ada yg cari muka. Ada pula yang digaji tinggi tapi kerja nya malas, ada pula yg bertanggung jawab atas semuanya tapi malas berkontribusi untuk rekan kerjanyapun ada pula yg itung itungan.
Ujian kita sebagai istri pun banyak sekali kasus diluaran, dicintai saat pacaran. Dicaci dan dihina saat menikah.
Di hargai dikasih surprise saat pacaran. Pada saat menikah ucapan ulang tahunpun tidak ingat. Dibelikan apa saja saat pacaran makan pun di traktir. Lainhal saat menikah semua serba ngirit. Semua kondisi yang menyakitkan membuat kita terpaksa menerima keadaan yg tidak bahagia. Harus menerima bahwa manusia gak ada yang sempurna. Padahal cerai menjadi wajib kalo membawa keburukan. Bagi keduanya.
Ujian hubunngan bisnis yg saling menipu. Dan menyenangkan satu pihak saja. Sampai sampai kerja nya memanfaatkan uang orang orang. Untuk kekayaan sendiri.
Alhasil makan uang haram yg bukan hak nya. Walau kaya tapi haram untuk apa. Hasil menipu.
Begitu banyak level level ujian di dunia ini. Sampai kita merasa lelah. Dan payah. Ada rasanya menyerah. Tapi Tuhan lagi lagi memaksa kita untuk tetap hidup dan menyelesaikan ujian ujian lain nya.
Ya Allah mudahkan kami melewati ujian itu.
Aamiin
Comments
Post a Comment